PWRI Bogor Raya Suarakan Keluhan Masyarakat Terkait Pelayanan Kesehatan  

PWRI Bogor Raya Suarakan Keluhan Masyarakat Terkait Pelayanan Kesehatan  

Persatuan Wartawan Republik Indonesia ( PWRI ) Kabupaten Bogor pada Senen(15/2/2021) menyampaikan aspirasi terkait dengan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bogor kepada  Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto di Kantor DPRD Kabupaten Bogor.

Pada kesempatan tersebut  disampaikan permasalah-permasalahan  yang dihadapi masyarakat terkait dengan Kesehatan.  Ada Warga Belum terdaftar sebagai peserta JKN BPJS kesehatan, namun tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Selanjutnya, ada yang sudah terdaftar pada program JKN BPJS kesehatan sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) alias Peserta Mandiri, namun menunggak iuran karena faktor ekonomi, sehingga saat mengalami sakit kepesertaanya tidak bisa di pergunakan. Pekerja/Buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) baik karena habis kontrak, di rumahkan akibat alasan pendemi virus covid-19 dan lain-lain. kepesertaanya di non aktifkan oleh pemberi kerja, sehingga ketika sakit tidak dapat di jamin oleh BPJS kesehatan.

Menurut  Ketua DPC PWRI Kab. Bogor Rohmat Selamat, Pemerintah Kabupaten Bogor bisa merumuskan dalam hal pemberian pelayanan kesehatan yang paripurna di kabupaten Bogor dengan cara melaksanakan UHC Universal Health Coverage sebagaimana Amanat Permendagri Nomor  64 tahun 2020 Tentang pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2021 lampiran hal 42 point e. “ ((Dalam rangka mewujudkan Universal Health Coverage (UHC),  Pemerintah daerah wajib integrasi jaminan kesehata Daerah dengan Jaminan kesehatan nasional guna terselenggaranya  jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk….”), “ ungkapnya.

Dijelakannya juga bahwa warga yang belum terdaftar JKN BPJS kesehatan yang tidak mampu membayar biaya rumah sakit dan peserta pekerja bukan penerima upah(PBPU) alias peserta mandiri yang tidak mampu membayar iuran kerena faktor ekonomi, serta Buruh yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) otomatis kepesertaan jkn bpjs kesehatannya dialihkan sebagai peserta penerima bantua iuran PBI,

Surat Jaminan Pelayanan Kesehatan (SJPPK) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor  dengan rekomendasi Surat Keterangan Keluarga Miskin (SKKM) sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Bogor Nomor 65 Tahun 2017 dibatasi hanya maksimal Rp. 7.500.000,00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) per efisode perawatan. Sehingga jika pasien mendapatkan pelayanan kesehatan di sebuah rumah sakit swasta di Kabupaten Bogor maupun di rumah sakit di luar Kabupaten Bogor dan biaya yang timbul akibat pelayanan kesehatan tersebut melebihi Rp. 7.500.000,00 maka pasien/keluarga harus membayar selisih biaya (cost sharing).

Ketua DPC PWRI Kab. Bogor Rohmat Selamat,  DPRD  memberikan rekomendasi kepada Bupati untuk Merevisi PERBUP NO 65 Tahun 2017 dan perubahannya PERBUP NO 43 Tahun 2018  Tentang Jaminan Kesehatan Daerah, untuk tidak lagi ada pembatasan biaya sebesar 7.500.000  tetapi dengan cara dimasukan peserta PBI untuk  Penduduk Kab Bogor yang tidak memiliki asuransi di kelas3, memperbaiki pelayanan kesehatan dan segera melaksanakan Universal Helath Coverage.

Ruangan sesuai kelas rawat pasien sering full, Sulitnya masyarakat mendapatkan ruangan insetive seperti rauangan Intensive Car Unit (ICU), Neonatal Intensive Car Unit (NICU), Pediatric Intensive Car Unit (PICU), Minimnya dokter spesialis bedah anak di Kabupaten Bogor, dan sistem rujukan yang belum berjalan dengan masih ditemukannya rumah sakit kesulitan mencari rumah sakit penerima rujukan dan keluarga pasien harus ikut mencari rumah sakit penerima rujukan. standar World Health Organization (WHO) 1 per 1000 penduduk atau 1 per 60.000 spesimen untuk Kabupaten Bogor tidak tercapai.

Mendorong  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor untuk meminta agar Bupati Bogor segera memperbaiki pasilitas RSUD dengan menambah  ruangan insetive seperti rauangan Intensive Car Unit (ICU), Neonatal Intensive Car Unit (NICU), Pediatric Intensive Car Unit (PICU), serta merekrut dokter spesialis bedah anak di Kabupaten Bogor. (Aabun/Tim PWRI)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )