DKI Jakarta –  Wakil Ketua Umum  Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI)  Imam Bashori,  menyayangkan adanya pemberitaan adanya pungutan liar (pungli) sebesar 15 $/ visa yang dilakukan pihak asosiasi penyelenggara haji dan umrah kepada jamaah.

“Terkait pemberitaan tersebut, menurut kami itu adalah pemberitaan yang tidak bertanggung jawab, nilai 15 $ tersebut bukanlah pungli, melainkan kontribusi yang kami anggap wajar-wajar saja. Setiap travel penyelenggara umrah yang mengajukan visa harus berkontribusi kepada asosiasi, dan nilai kontribusi kepada asosiasi tersebut juga sudah disepakati anggota masing-masing asosiasi penyelenggara haji dan umrah”jelasnya.

“Kontribusi sebesar 15 $ tersebut merupakan salah satu sumber operasional kegiatan serta pengembangan asosiasi dan sejauh ini ke 229 anggota kami tidak mempersoalkan hal tersebut. Sebelum dikelolah asosiasi, biaya visa tidak stabil dan memberatkan jamaah, dulu pernah mencapai 150 $, bahkan 300 $ saat Ramadhan, dan sejak dikelolah asosiasi biaya visa stabil dan belum pernah lebih dari 80 $ sejak musim pertama November 2016 lalu.” Tambah Imam.

Disinggung langkah yang akan ditempuh AMPHURI terkait pemberitaan tersebut, Imam menyampaikan bahwa kami akan berkonsultasi dengan pihak lawyer kami,dan dalam waktu dekat kami akan mengklarifikasi hal tersebut agar masyarakat nyaman dan tidak terpengaruh dengan pemberitaan yang tidak bertanggung jawab tersebut.

“Menurut saya,  saat ini untuk haji maupun umrah sudah nyaman dan stabil, namun bagaimana pun juga kestabilan ini  ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Sejak November 2016 disepakati belum ada anggota kami yang merasa dirugikan dengan hal tersebut, namun mengapa pemberitaan ini muncul saat gagalnya keberangkatan haji dan umrah gagal dilakukan pihak penyelenggara haji dan umrah sedang marak ?” tutup Imam. (linda)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here