Warta DKI
Hukum

Yenny Wahid: Hari Lahir Gus Dur Bukan Sekedar Peringatan Biasa

Depok-Wahid Foundation memperingati hari lahir Gus Dur sekaligus Dies Natalis Wahid Foundation ke-17 secara online. Tepat 7 September 2004 silam, Wahid Foundation (dahulu Wahid Institute) didirikan sebagai organisasi masyarakat sipil oleh Gus Dur atau KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Republik Indonesia ke-4. Salah satu tujuannya untuk mewujudkan cita-citanya membangun Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera.
Yenny Wahid menegaskan bahwa Wahid Foundation berkomitmen untuk menemani masyarakat mempromosikan perdamaian. Disamping itu, juga menyerukan solidaritas sosial lintas identitas sesuai dengan cita-cita Gus Dur.
“Hari lahir Gus Dur bukan sekadar peringatan biasa. Hari ini menjadi momentum bagi Wahid Foundation yang juga merayakan hari lahirnya yang ke-17 dan juga kita semua untuk meneruskan cita-cita Gus Dur. Yaitu menjadikan bangsa kita bangsa yang damai, adil, dan sejahtera. Oleh karena itu, kami akan terus bersama masyarakat untuk mempromosikan perdamaian dan memperkuat solidaritas lintas identitas, sehingga bisa dicapai kesejahteraan dan keadilan bagi semua, “Katanya saat memberikan sambutan secara daring.

Di berbagai kesempatan, Yenny juga selalu mengajak semua masyarakat untuk menguatkan solidaritas. Menurutnya, solidaritas masyarakat menjadi kekuatan utama keberhasilan bangsa Indonesia melewati segala tantangan seperti pandemi yang sedang berlangsung saat ini.
“Ke depan, Wahid Foundation sebagai organisasi masyarakat sipil berkomitmen akan terus berkontribusi untuk negeri dalam menanamkan nilai-nilai perdamaian dan keadilan bagi masyarakat,”paparnya.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) Rumadi Ahmad mengatakan bahwa WF telah jauh melampaui tataran gagasan.
“Wahid Foundation kita tahu tidak hanya bekerja pada tahapan pemikiran dan gagasan saja. Akan tetapi sudah pada tahap membantu masyarakat melalui program-program pemberdayaan seperti Peace Village. Kami harap berkah yang Gus Dur cita-citakan ini bisa semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujar Rumadi yang juga pernah aktif di Wahid Foundation ini usai memberikan testimoni.
Acara Peringatan yang digelar secara daring tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pihak diantaranya Menteri Agama RI, Yaqout Cholil Qoumas, UN Women Representative and Liaison for ASEAN, Jamshed M Kazi, dan CEO The Indonesia Channel, Dalton Tanonaka.
Peringatan tersebut disemarakkan dengan penurunan giant banner bertuliskan selamat hari lahir Gus Dur dan Wahid Foundation ke-17 di Stadion Mandala Krida, oleh altet panjat tebing Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yogyakarta. Pemotongan nasi tumpeng oleh Direktur Wahid Foudation, Yenny Wahid di Taraman kafe, Sleman, DIY Yogyakarta. Acara tersebut juga disiarkan secara langsung melalui platform youtube dan facebook. Selain itu juga diwarnai doa bersama dari 17 desa dampingan Wahid Foundation dalam Program Desa Damai yang tersbar di 4 Provinsi di Pulau Jawa secara serentak melalui daring.

Related posts

Pemerintah Australia Hibahkan 19 Set Peralatan Sidang Pidana Untuk Mahkamah Agung

Redaksi Wartadki

Terdakwa Penganiayaan Dua Balita Mulai Disidangkan Di PN Jakarta Utara

Redaksi

Polresta Bogor Kota Launching Polisi RW, Terjunkan 619 Personil Kepolisian di 797 RW

Redaksi Wartadki

KSPI Menggugat Upah Minimum Provinsi Jawa Timur Tahun 2021

Redaksi Wartadki

Kuasa Hukum Andi Tatang Kecewa,  Saksi Ahli Dua Kali Tidak Hadir di Persidangan

Redaksi

PN Jakarta Selatan Perintahkan PT AIA Finansial Membayar Klaim Yang Diajukan Nasabah

Redaksi

Leave a Comment