Apartemen, Masih Jauh Dari Hunian Nyaman Berkelanjutan

0
188

Wartadki.com|Depok – Menjamurnya pertumbuhan pembangunan hunian vertikal atau apartemen bak jamur di musim hujan. Letak Geografis Depok sebagai penyangga Ibukota DKI Jakarta dan pintu gerbang Jawa Barat menjadi daya tarik banyaknya komuter tinggal di Depok. Hal itu dibenarkan Tim peneliti dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) yang diketuai Dr. Muhammad Luthfi Zuhdi. Dalam kesempatan tersebut pihaknya bekerjasama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UI mengadakan pengabdian masyarakat berupa kajian stratejik hunian di Kota Depok. “Pertumbuhan masyarakat tidak sebanding dengan ketersediaan lahan dan permukiman. Sehingga, hunian vertikal akhirnya menjadi salah satu solusi pembangunan dan akan diminati masyarakat,”ujar Dr. Muhammad Luthfi Zuhdi. Rabu (4/12).

Menurutnya, aspek nyaman dapat mengacu pada indikator ke-11 Sustainable Development Goals (SDGs) berupa Membangun Kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan. Ia menambahkan, indikator ke-11 dalam SDGs hingga saat ini masih belum maksimal diterapkan oleh apartemen. “Keberadaan apartemen masih berfokus pada aspek komersil dari pada sebagai hunian yang berkelanjutan,”terangnya.

Menurutnya, konsep hunian apartemen meliputi permukiman yang aman, tangguh dan inklusif dapat menjadi pertimbangan. Ia menambahkan, aspek kenyamanan dan keamanan hunian juga dapat sejalan dengan pola sosial masyarakat Indonesia yang guyub. Sehingga, lanjutnya, beberapa permasalahan di apartemen dapat terhindar hanya karena prinsip individualis dan privasi yang menyekat. Dikatakannya, penelitian ini diharapkan membangun kepekaan bersama terhadap warga Kota Depok umumnya dan penghuni apartemen khususnya.”Bagaimana menciptakan keamanan dan kenyamanan hidup di unit apartemen, bukan hanya dari bantuan sistem atau aturan yang berlaku di apartemen. Untuk itu, perlunya kesadaran dalam bersikap dan bersosial di apartemen untuk menciptakan lingkungan sosial yang sesuai SDGs,”paparnya.

Sebelumnya, Tim peneliti melakukan audiensi dengan pemerintah Kota Depok, pengelola dan penghuni apartemen. Selain itu tim melakukan observasi lapangan, serta beberapa kali diskusi dilakukan sepanjang tahun 2019.

Walikota Depok, Mohammad Idris, menyambut baik kajian tersebut dan berterima kasih kepada Universitas Indonesia yang peduli terhadap Kota Depok. Sebagai tindak lanjut dari audiensi, tim peneliti mengadakan Focus Group Discussion mengenai hunian nyaman bersama pemangku kebijakan, praktisi dan akademisi yang berkaitan pada keamanan dan kenyamanan hunian vertikal. Isu kelayakan anak pada apartemen juga dibahas dengan mengundang Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (31/7) di Pusat Kajian Jepang Universitas Indonesia. Hasil kajian ini akan dipublikasikan secara luas dengan buku yang berjudul Mewujudkan Hunian Nyaman di Apartemen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here