Oknum Wartawan Peras Dokter Klinik di Gelandang Ke Mapolres Bogor

Bogor –  Seorang oknum wartawan media online di Bogor,  diamankan Kepolisian Resor Bogor  karena  mencoba memeras dokter bernama Anton Lokananta.

Pemerasan ini terjadi pada Senin (10/4).  Bermula dari datangannya  seorang pria  berinisial MJ (red) yang mengaku berprofesi sebagai wartawan di sebuah media online mendatangi klinik umum tempat praktik Dr Anton Lokananta.

MJ (red) kemudian mencoba mengancam korban dengan tuduhan telah melakukan mal praktik terhadap Zahra, yang kini sudah meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama 14 hari di RSUD Cibinong.

“Korban menyangkal tuduhan itu. Keterangan korban, Zahra meninggal di ICU RSUD Cibinong karena sakit radang otak,” ucap Kapolres Bogor AKBP Andi M. Dicky, Rabu (12/4).

Pelaku yang tidak percaya begitu saja dengan ucapan korban, kemudian mengancam akan memuat berita tentang korban di media online. Pelaku meminta uang sebesar Rp 20 juta jika korban ingin kasusnya tidak di publikasikan menjadi berita.

Esok harinya, MJ oknum wartawan (red) kembali mengajak korban bertemu dan menyerahkan sejumlah uang. Kemudian terjadilah kesepakatan melakukan pertemuan di seputar RSUD Cibinong. Korban pun menyiapkan uang sebesar Rp 2 juta.

“Saat itu korban merasa panik sehingga menyanggupinya tawaran pelaku. Dan saat itu juga korban memberikan uang tunai sebesar Rp 2 juta di seputar RSUD Cibinong,” pungkas Dicky.

Merasa terganggu, kemudian korban melaporkan tindakan pemerasan tersebut ke Mapolres Bogor.

“Atas laporan itu polisi dengan sigap menangkap yang bersangkutan,” jelas dia.

Pihak kepolisian sendiri saat ini masih melakukan penyelidikan terkait pemerasan tersebut,  kini pelaku diamankan Mapolres Bogor berserta barang bukti berupa uang tunai Rp 2 juta, sebuah kartu pers, handycam, HP dan KTP.

Menurut keterangan korban, Zahra merupakan pasien klinik umum Dr Anton Lokananta, setelah itu Zahra menjalani perawatan di RS Annisa Citeureup.

Karena penyakit yang di deritanya bertambah parah, Zahra kemudian dirawat di RSUD Cibinong. Saat menjalani perawatan selama 14 hari, Zahra akhirnya meninggal dunia karena menderita penyakit radang otak akut. (wawan suherman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here