Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Sidak PT Adhimix

BOGOR -Rombongan beberapa dinas tekhnis dan di ketuai dari Komisi III DPRD Kabupaten Bogor akhirnya sidak PT.Adhimix Precas Indonesia, yang mana diduga selama ini buang limbah sembarangan.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor melalui komisi III Iswahyudi mengkalim sejumlah pelanggaran yang ada di PT.Adhimix Precast Indonesia yang berlokasi di Jalan Raya Citaringgul-Babakan Madang Desa Citaringgul Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor Pasalnya, dari hasil sidak Senin (15/5/2017), pukul 10.00 WIB. pihaknya meminta perusahaan yang bersangkutan untuk melakukan pembenahan baik tidak sesuainya perijinan dalam siteplan dan limbah cair yang dibuang sembarangan.

Tak hanya itu, Wakil ketua komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Iswahyudi bakal melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap PT.Adhimix Precast Indonesia produsen beton segar (Readymix) di gedung dewan kaitan banyaknya pelanggaran yang dilakukan perusahaan  seperti bangunan yang melanggar KDB, bangunan yang tidak sesuai site plant, maupun tidak adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH), tidak adanya sumur resapan (bipori) dan lainnya.

“Sementara kita masih memberikan toleransi pihak perusahaan untuk memperbaiki pelanggaran-pelanggaran yang ada, ” ujar Iswahyudi, usai sidak kelokasi.

Menurutnya, selagi pihak perusahaan mau melakukan pembenahan, pihaknya hanya memberikan sangksi teguran semata. Kalaupun perusahaan ada itikad baik mau memperbaiki kesalahan, pihaknya masih memberikan kesempatan itu tambahnya.

“Tapi jika tidak, ya kami terpaksa memberikan sangksi tegas sesuai aturan,” tegas Iswahyudi dan bila nanti terbukti salah maka harus ada tindakan dari penegak perda.

Menyikapi hal ini, Ruri Candra kepala plant PT.Adhimix Precast Indonesia menyadari jika perusahaan yang dikelolanya adanya pelanggaran. Pihaknya berjanji akan melakukan perbaikan itu.

“Saya segera membenahi apa yang menjadi pelanggaran perusahaan. Saya menyadari memang adanya dokumen perusahaan yang belum ter update,” kilahnya.

Meski perusaahan sudah puluhan tahun dan adanya pelanggaran, Ruri berkilah jika pihaknya belum lama menjabat sebagai kepala plant. “Saya terhitung belum lama karena baru menjabat sebagai kepala plant. Kami akan membenahi itu, Sebab, jika perusahaan ditutup karena pelanggaran, ini sangat berdampak dengan masyarakat sekitar yang pekerjanya didominasi warga setempat,” tutupnya.

Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dipimpin Wakil ketua komisi III  Iswahyudi sekitar pukul 10.00 WIB menghadirkan Komisi III, DLH,DISHUB, Satpol PP dan Kades setempat. Menyusul adanya pemberitaan media terkait keluhan warga dari banyaknya dampak yang diduga disebabkan PT.Adhimix.

Sementara itu didalam rapat sidak, perwakilan Komisi III dan dinas teknis meminta PT.Adhimix untuk merubah site plant jika tidak akan dilakukan pembongkaran, pembenahan lahan terbuka hijau, antisipasi dampak air limbah yang dikhawatirkan memicu terkontaminasinya air sumur warga serta membuat bipori sumur resapan bahkan menurut perwakilan Dinas Tata Bangunan bahwa Bangunan dan prasarana tidak sesuai siteplant. (Wawan/Anwar)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here