DKI Jakarta – Kementerian Pertanian akan menjalin kemitraan dengan pondok pesantren. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi  pada saat menerima audiensi 8 pimpinan perwakilan Pondok Pesantren di kantor BKP, pada Selasa,(31-10).

“Kita akan memformulasikan dan mensinergikan apa saja yang diperlukan  pondok pesantren dalam upaya membangun pertanian di masing-masing pondok pesantren,” kata Agung Hendriadi,

Untuk memudahkan mengindentifikasi kebutuhan pondok pesantren, Agung meminta wakil-wakil pimpinan pondok pesantren membuat proposal, sehingga bisa diformulasikan apa yang diinginkan dan disinergikan pelaksanaannya dengan program-program yang ada di Kementerian Pertanian.

Adapun pondok pesantren yang hadir adalah : Alfallah Bandung,  Buntet Cirebon, Suryalaya Tasikmalaya, Darud Tauhid Bandung, Saungbalong Majalengka, Al Ittifaq Ciweday Bandung, Idrisiyah, Al Ashriyah Nurul Bandung.

“yang penting calon penerima dan calon lokasi  (CPCL) program yang diusulkan harus jelas, sehingga bisa dilihat perkembangan dan kemajuan usaha pertanian yang dikembangkan pondok pesantren,” jelas Agung.

Menurut Agung, pihaknya akan memberikan fasilitasi baik berupa fisik maupun non fisik. Berupa fisik misalnya, bantuan alat mesin pertanian, bantuan bibit tanaman dan lainnya, sedangkan non fisik berupa penyuluhan, pelatihan dan riset dilapangan oleh peneliti Kementan.

“Khusus dari BKP, akan kita kembangkan diversifikasi pangan dengan menempatkan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) dipondok pesantren. Pondok pesantren bisa sebagai tempat Kebun Bibit sehingga mampu memenuhi aneka kebutuhan bibit tanaman seperti buah-buahan dan sayuran secara mandiri,” jelas Agung.

“Intinya, Kementerian Pertanian akan menjalin kemitraan dengan pondok pesantren sesuai kebutuhan, dan disinergikan dengan program yang ada di Kementan,” tegas Agung.

Menurut Agung, Badan Ketahanan Pangan akan menempatkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Pondok Pesantren.

Dalam audiensi yang juga dihadiri Kepala Departemen Emonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, M. Anwar Bashori, mengatakan bahwa,  Bank Indonesia (BI) sangat mendukung pembangunan pertanian yang dilakukan pondok pesantren.

“Kami memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini nantinya akan kami arahkan untuk mendukung pengembangan pertanian di pondok pesantren melalui Kemitraan,” kata Anwar.

“Agar kami mengetahui keinginan pondok pesantren, kami akan mempelajari  proposal yang diajukan, sehingga apa yang dibutuhkan pondok pesantren bisa dipenuhi,” jelas Anwar.

Dalam audiensi,  masing-masing  pimpinan pondok pesantren, telah menjelaskan berbagai permasalahan dan kebutuhan dalam pengembangan pembangunan pertanian di pondok pesantren.

Audiensi para pimpinan pondok pesantren ke Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian yang juga dihadiri pihak Bank Indonesia ini, merupakan tindaklanjut rapat koordinasi pusat dan daerah yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat (27/9), dalam acara Temu Stakeholder bertajuk “Pesantren sebagai Penggerak Pemberdayaan Ekonomi yang lebih Inklusif”.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Pejabat BI dan Pimpinan Pondok Pesantren itu, Menteri Pertanian,  Amran Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung pembangunan pertanian di pondok pesantren.

Untuk itu, Kementerian Pertanian akan menginventarisir sumberdaya yang dimiliki pesantren (seperti lahan) pondok pesantren dan kebutuhannya. (humas Deptan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here