Bapenda Kota Bogor Target Penerimaan PAD Rp 947 Miliar di 2019

Wartadki.com| Kota Bogor – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor berupaya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan terus mencari celah dan inovasi baru demi meningkatkan penerimaan.

Pada 2019 mendatang Bapenda Kota Bogor memasang target penerimaan menjadi Rp 947 miliar. “Ya, kami naikkan Rp 55 miliar. Jadi target 2019 untuk PAD Kota Bogor sebesar Rp 947 miliar. Untuk 2018 sendiri berada di angka Rp 892 miliar,” ungkap Plt Kepala Bapenda Kota Bogor R An-an Andri Hikmat di Hotel Grand Savero, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Senin (15/10).

Ia menambahkan, untuk mencapai target PAD ini tentu tidak mudah mengingat kondisi ekonomi saat ini dimana rupiah sedang melemah, maka dari itu kami melakukan rapat koordinasi bersama 16 OPD incomer termasuk BUMD dan BUMN.

“PAD Kota Bogor banyak didapat dari sektor jasa yakni pariwisata, hotel dan restoran. Kami akan maksimalkan potensi yang ada,” jelasnya.

Bapenda Kota Bogor, lanjut dia, akan semakin jeli dan cermat untuk mencari celah dan inovasi baru demi meningkatkan PAD. Beberapa yang akan dilakukan Bapenda yakni menguatkan pengawasan kepada Wajib Pajak agar membayar sesuai ketentuannya, tidak terjadi manipulasi data. Serta terus meningkatkan kepatuhan wajib pajak Kota Bogor yang saat ini sudah mencapai 90 persen menjadi 100 persen.

“Kami akan meningkatkan pengawasan di hotel dan restoran. Mereka kan dititipkan pajak yang dibayar konsumen, jadi jangan merasa terbebani tapi sebaliknya harus amanah,” kata dia.

Tak hanya pengawasan, kata An-an, efisiensi terutama untuk kegiatan yang dibiayai APBD, sebisa mungkin akan ditekan. Seperti kegiatan lelang barang dan jasa harus sesuai dengan anggarannya tidak boleh melebihi dari rencana anggaran. Selain itu untuk kegiatan yang bukan prioritas, waktunya bisa dimundurkan.

“Kalau target PAD 2018 sudah mencapai 80 persen, dua bulan ini akan terus kami genjot sampai 100 persen” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, dirinya meminta agar upaya peningkatan PAD jangn terlalu konservatif sebaliknya harus lebih progresif. Menurut Bima, perlu pembenahan sistem secara internal dengan menambah pembayaran pajak secara online dan juga secara eksternal menambah potensi pendapatan pajak.

“Dari sisi eksternal saya ingin mengundang pelaku ekonomi terkini seperti industri kreatif, perusahaan digital, startup untuk membicarakan kemungkinan penambahan PAD dengan cara apa saja. Tapi sejauh ini peningkatan PAD setiap tahunnya sudah bagus dan luar biasa tapi harus terus bisa bertambah,” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here