Warta DKI
FituredPendidikan

Hari Pendidikan Nasional dan Arah Pendidikan yang Perlu Dibaca Ulang

dewan pendidikan nasional perkuat asta cita

Hari Pendidikan Nasional dan Arah Pendidikan yang Perlu Dibaca Ulang

Oleh Saskia Ubaidi

Tanggal 2 Mei kembali hadir sebagai penanda Hari Pendidikan Nasional. Momentum ini merujuk pada kelahiran Ki Hajar Dewantara yang dikenal sebagai peletak dasar pendidikan nasional.

Di tengah berbagai agenda peringatan, muncul pertanyaan yang lebih mendasar. Apakah pendidikan Indonesia hari ini masih berjalan dalam kerangka pemikiran yang pernah diletakkan, atau telah bergerak menjauh tanpa disadari.

Pemikiran Ki Hajar Dewantara tidak pernah menempatkan pendidikan sebagai sekadar proses pengajaran. Pendidikan dipahami sebagai proses menuntun manusia agar berkembang sesuai kodratnya. Dalam pandangan ini, pendidikan menyentuh cara berpikir, sikap, dan kesadaran manusia terhadap dirinya dan lingkungan.

Ajaran yang dikenal luas seperti ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani menggambarkan peran pendidikan yang utuh. Di depan memberi teladan. Di tengah membangun semangat. Di belakang memberi dorongan. Pendidikan bukan hanya soal ruang kelas, tetapi tentang relasi antara pendidik dan manusia yang dibentuk.

Selain itu, konsep tri pusat pendidikan juga menjadi bagian penting dalam pemikirannya. Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah. Ia hidup dalam keluarga dan masyarakat. Artinya, pembentukan manusia tidak bisa diserahkan hanya pada institusi formal. Ia merupakan tanggung jawab bersama.

Gagasan tersebut lahir dalam konteks pergerakan nasional. Pendidikan menjadi alat untuk membangun manusia merdeka. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kemampuan untuk berpikir dan menentukan arah hidup secara mandiri.

Dalam perkembangan hari ini, lanskap pendidikan menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Sistem pendidikan semakin terhubung dengan kebutuhan industri. Ukuran keberhasilan cenderung diarahkan pada kecepatan lulusan memasuki dunia kerja.

Pendekatan ini menjawab kebutuhan ekonomi, tetapi sekaligus membawa konsekuensi. Pendidikan mulai dipersempit pada fungsi praktis. Fokus bergeser dari pembentukan manusia menjadi penyediaan tenaga kerja.

Di berbagai ruang, terlihat adanya jarak antara tujuan pendidikan dan hasil yang muncul. Akses meningkat. Teknologi berkembang, informasi melimpah. Namun tidak semuanya berbanding lurus dengan kemampuan berpikir kritis dan kedewasaan dalam memahami realitas.

Situasi ini menghadirkan kegelisahan yang tidak selalu terlihat. Banyak lulusan dihasilkan setiap tahun. Namun kualitas pemahaman tidak selalu mengikuti. Informasi tersedia dalam jumlah besar, tetapi tidak selalu menghasilkan kebijaksanaan. Gelar bertambah, tetapi tidak selalu memperkuat karakter.

Dalam konteks ini, pemikiran Ki Hajar Dewantara menjadi penting untuk dibaca ulang. Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang siap bekerja. Ia harus melahirkan manusia yang mampu memahami dirinya, lingkungannya, serta memiliki tanggung jawab atas pilihan hidupnya.

Hari Pendidikan Nasional pada akhirnya bukan hanya peringatan tahunan. Ia menjadi ruang untuk melihat kembali arah yang sedang ditempuh. Ketika pendidikan mulai menjauh dari akar pemikirannya, maka yang diperlukan bukan sekadar penyesuaian teknis, tetapi keberanian untuk kembali pada dasar.

Pertanyaan yang tersisa tetap sederhana. Arah pendidikan Indonesia hari ini sedang menuju ke mana.

Related posts

Keluarga Korban Histeris Terdakwa Tabrak Lari Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

Redaksi

Dana Desa Sebagai Penunjang Ketahanan Ekonomi Desa Sselama Pandemi

Redaksi

Dua Tahun Laporan Dugaan Penipuan Mengendap, Lechumanan Desak Kapolres Jaksel Naikan Status Penyidikan

Redaksi

Polres Bogor Raih Penghargaan PPKM Award, Presiden Jokowi Memberikan Secara Langsung

Redaksi

Perlunya Peningkatan Kerjasama Universitas Islam Negeri Indonesia dengan Universitas China

Redaksi

Makara Art Center UI di Tumang Fair, Ajak Warga Majukan Seni dan Budaya Nusantara

Redaksi

Leave a Comment