PB GIRI Gelar Aksi Tolak Wacana Impor Beras

PB GIRI Gelar Aksi Tolak Wacana Impor Beras

Wartadki.com| DKI Jakarta – Gerakan Intelektual Rakyat Indonesia (GIRI), menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (26/3) di depan gedung Kementrian Ekonomi dan Kementrian Perdagangan. Aksi yang dihadiri oleh PB GIRI, GIRI Cabang Jakarta Pusat, dan  Bogor Raya,  menuntut beberapa point, diantaranya :
1. Meminta Kemendag dan Kominfo untuk menyatakan sikap pembatalan Impor beras.
2. Meminta Menko dan Mendag untuk mundur dari jabatannya.
3. Meminta Presiden RI  Joko Widodo, untuk mencopot dua menterinya tersebut, karena dinilai tidak becus dalam menangani persoalan dan menjalankan tugasnya.

Hal ini disampaikan oleh Koorlap aksi Amri, menuturkan kepada awak media terkait kekecewaannya.
“Saya kecewa, dan kami semua disini kecewa atas statment, yang di lontarkan pemerintah melakui menterinya. Semestinya pemerintah tidak mewacanakan Import beras, ditengah anjloknya harga gabah petani kita, kami mendapatkan beberapa aduan, bahwa petani kesulitan mendapat pupuk, pupuk langka, bahkan harganya tinggi, sekedar informasi ada saudara kita petani di kediri mengatakan bahkan untuk biaya operasional saja tidak tertutup, harusnya pemerintah Fokus kepada perbaikan kualitas dan kuantitas hasil panen kita sendiri, bukan mengambil jalan instant yang bisa merusak pasar para petani dalam Negeri” tutur Amri tegas.

Lalu Ketua Umum PB GIRI pun, Ramdhan Agung Giri Nugroho, menyayangkan wacana tersebut, karena menurutnya itu bisa menurunkan pendapatan petani, serta menurutnya lagi, bahwa wacana ini jika terealisasi akan menjadi pembersih dosa pemerintah, atas kegagalan Import sebelumnya dimana ada ribuan ton beras di gudang Bulog yang belum tersalurkan, dan kini menjadi tidak layak konsumsi sebagian diantaranya.

“Kami, dan saya pribadi sebagai Ketum PB GIRI, sangat menyayangkan wacana itu, bagaimana tidak, pemerintah yang seharusnya meningkatkan produktivitas pangan kita, justru seakan menyerah pada keadaan, import beras telah melukai hati dan nurani petani, begitupun kami sebagai Mahasiswa, karena dengan Impor sudah barangtentu harga gabah hasil petani kita akan turun. Dan jangan sampai, ini menjadi agenda pencucian Dosa pemerintah, agar terkesan menyelamatkan negeri, nyatanya sebagai penutup dosa atas kegagalan Import sebelumnya, dimana sampai saat ini Bulog di gudangnya masih menampung ribuan Ton beras, yang sebagian diantaranya sudah tidak layak konsumsi. Tentu ini harus menjadi pertimbangan khusus pemerintah kedepannya.” Tuturnya di depan gedung Kemendag, Jakarta pusat.

Tentu dalam hal ini, pemerintah harus memperhatikan banyak aspek, terutama kritikan serta saran Mahasiswa, dimana Mahasiswa merupakan Agen kontrol sosial, guna pembangunan bangsa yang lebih baik lagi di kemudian hari.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )