Warta DKI
FituredPendidikan

Carut Marut PPDB 2024, PWRI Bogor Raya Rohmat Selamet: Desak Pemerintah Hapus Jalur Zonasi

Carut Marut PPDB 2024, PWRI Bogor Raya Rohmat Selamet

Wartadki.com|Cibinong, — Mata Pena News – Gelaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tanah air kerap mendapati sorotan. Seakan menjadi Budaya, Kegiatan PPDB 2024 kembali di penuhi dengan berbagai Polemik dan Kontroversi. Alih – alih Pemerintah melakukan upaya peningkatan Kualitas dari aspek kualitas Pendidikan, nyatanya “Gerbang Utama” dalam Kegiatan Pembelajaran justru mendapati permasalahan yang cukup serius.

Rohmat Selamet selaku Ketua PWRI Bogor Raya ikut menyikapi hal ini Terkait PPDB jadi sudah seharusnya dan sudah kewajiban negara Pemerintah pusat maupun daerah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ucapnya kepada awak media pada Rabu( 17/7/2024)

Lebih lanjut Rohmat mengatakan,  pemerintah sudah semestinya memberikan pendidikan yang baik dan layak untuk warganya ,jangan sampai anak -anak kita putus Sekolah karena Rumit dan berbelitnya sistem PPDB,”ucapnya

Sistematika Zonasi yang digadang – gadang menjadi sebuah solusi nyatanya menimbulkan Permasalahan baru seperti yang terjadi di Bogor beberapa waktu lalu

Rohmat Selamet meminta pemerintah menghapus sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).  Langkah ini dilakukan untuk menanggapi carut marutnya pelaksanaan PPDB sistem zonasi

Lebih lanjut ia mengatakan, pendidikan anak merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah dalam upaya menciptakan generasi yang cerdas dan berdaya saing. Dalam melaksanakan amanat undang-undang,

“Pemerintah baik pusat maupun daerah berperan aktif dalam memenuhi hak pendidikan bagi anak-anak dan memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pendidikan yang baik dan layak,” tutupnya

Related posts

Ketua PN Jakut: Pejabat Baru Agar Bekerjasama, Meningkatkan Integritas

Redaksi

Pasar Perumahan Mulai Bangkit Lagi di Depok

Redaksi

Teladani Nabi, Masjid Ukhuwah UI Berbagi Kebahagiaan 1100 Anak Yatim

Redaksi

Siswa Berprestasi, Yayasan Al-Jihad Terus Gali Peluang Beasiswa

Redaksi

PENA Foundation Berupaya Cetak Jurnalis Handal

Redaksi

LS Pertanyakan Putusan Perkara Hak Asuh Ditunda Berulangkali

Redaksi

Leave a Comment