Wartadki.com|Depok, — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Insan Medika berkomitmen dalam mencetak tenaga kesehatan (Nakes) atau perawat profesional. Sebagai bentuk komitmennya, mengirimkan lulusannya untuk bekerja di Luar Negeri salah satunya di Jepang.
“Ini sudah kedua kalinya kita mengirimkan lulusannya ke Jepang. Untuk tahun ini nantinya ada 11 orang yang berangkat ke Jepang sebagai Caregiver. Tentu, sebagai ikhtiar kami berkomitmen dalam mencetak lulusan yang siap bekerja dan bersaing secara global,”ujar Kepala Sekolah SMK Insan Medika H. A. Ruhyat, M.Pd seusai penandatanganan MoU dengan LPK ATC (Aichi Training Center), Limo.

Ruhyat mengungkapkan, para siswa sebelum terjun ke dunia kerja sudah dibekali dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman bekerja saat PKL di RS atau Klinik.
Dirinya menyakinkan bahwa para peserta didiknya memiliki skill yang mumpuni ditambah dengan kemampuan bahasa asing salah satunya bahasa Jepang.
Apalagi, lanjutnya, di Sekolah siswa juga mendapatkan pelajaran bahasa Jepang.
“Tentu, sebelum berangkat mereka mendapatkan pembekalan terlebih dahulu sebelum bekerja di Jepang. Tentunya, memenuhi persyaratan untuk bekerja seperti ilmu keperawatan dan bahasa Jepang,”katanya.
Tenaga Kerja Profesional Siap Pakai
Haji Ruhyat biasa disapa ini mengaku, SMK Insan Medika yang berada di Jl. Legok Semun No. 167 RT 004/004 Pengasingan, Sawangan ini sudah berdiri sejak tahun 2011.
Menurutnya, para siswa yang akan lulus diwajibkan menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di sejumlah Rumah Sakit dan Klinik.

“Selama ini kita sudah bekerjasama dengan enam Rumah Sakit dan delapan Klinik di sekitar Jabodetabek. Seperti sebelumnya bekerjasama dengan Halocare. Alhamdulillah dimanapun ditempatkan para siswa ini sangat antusias dan mendapatkan respon yang baik,” terangnya.
Menurutnya, pihak sekolah berkomitmen dalam menciptakan lapangan kerja bagi para lulusannya.
Jadi, lanjutnya, tidak hanya dibekali ilmu keperawatan dan komunikasi saja namun juga dengan penanaman karakter yang baik.
“Mereka saat bekerja tidak hanya memiliki skill yang baik namun juga karakter dan nilai agama. Sehingga, dalam melayani pasien dengan penuh semangat profesional dan ketulusan dilandasi dengan nilai-nilai agama,” jelasnya.
Buka Jurusan Perhotelan dan DKV
Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan pendidikan, SMK Insan Medika akan membuka jurusan baru yakni perhotelan dan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Dua jurusan ini dinilai sebagai jurusan yang banyak peminatnya dan permintaan di dunia pekerjaan sangat tinggi baik di dalam maupun Luar Negeri.
Dirinya mengaku jurusan Perhotelan membekali siswa dengan keterampilan dan keahlian praktis di industri perhotelan serta pariwisata.
Kemampuan mencakup operasional Front Office, Housekeeping, Food & Beverage (F&B), serta pelayanan tamu.

“Melalui jurusan perhotelan ini kita berharap mampu mencetak lulusan yang siap kerja di hotel, restoran, kapal pesiar, atau membuka usaha sendiri,”katanya.
Adapun kurikulum yang dijalankan adalah fokus pada standar internasional dan praktik kerja lapangan (PKL) di hotel berbintang.
Selain itu, lanjutnya, para siswa juga mendapatkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk bekerja di industri perhotelan, pariwisata, dan layanan jasa.
“Jadi, saat terjun di dunia kerja mereka sudah siap dengan skill dan kemampuan yang dibutuhkan serta siap bersaing di pasar global,” jelasnya.
Sementara itu, untuk jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) pihaknya berupaya menciptakan desainer yang mampu berkomunikasi secara visual melalui media grafis. Baik untuk keperluan promosi, branding, maupun karya seni dan lainnya.
Menurutnya, siswa dilatih dalam berbagai keterampilan seperti desain grafis, ilustrasi, videografi, dan fotografi dengan dukungan fasilitas yang memadai.
“Kita mempersiapkan siswa agar mampu menghasilkan karya visual yang kreatif dan inovatif. Diharapkan melalui kemampuan teknis dan artistik yang sesuai dengan standar industri.
Ini sebagai upaya memberikan peluang kerja pada siswa di bidang desain grafis, fotografi, videografi, dan media kreatif lainnya,”harapnya.
Sebagaimana diketahui, dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Pemerintah Indonesia berkomitmen menjadikan SMK siap mencetak tenaga siap pakai di dalam maupun luar negeri.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hingga Oktober 2025, kebutuhan tenaga kerja di Indonesia mencapai 938 ribu orang dimana jumlah tersebut didominasi oleh lulusan SMK dan SMA.

