Warta DKI
FituredParlementariaPendidikan

Pradi: BPMU Bukan Dihapus,Tapi Agar Tepat Sasaran Saat Ini Pendataan

Pradi-BPMU Bukan Dihapus,Tapi Agar Tepat Sasaran Saat Ini Pendataan

Wartadki.com|Depok, — Terkait isu penghapusan Beasiswa Pendidikan Menengah Universal (BPMU) dari Propinsi Jawa Barat bagi SMA/SMK Swasta masih menjadi pria kontra di mata publik.

Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Pradi Supriyatna menegaskan bahwa tidak ada penghapusan BPMU di Jawa Barat.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Pradi Supriyatna

“Siapa yang bilang dihapus, tidak ada itu. Yang ada adalah, agar bantuan itu agar tepat sasaran pada siswa yang menerimanya,”ujarnya saat ditemui di Alun-alun Kota Depok, GDC.

Pradi mengungkapkan bahwa skema yang ingin dilakukan Gubernur Jawa Barat adalah ingin memberikan beasiswa pada individu siswa.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah melakukan pendataan bagi penerima beasiswa.

“Saya ingin bercerita bagaimana di Depok ini ada program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) jenjang SMP/MTs. Program di Depok sangat bagus dan patut diapresiasi,”katanya.

Bahkan, lanjutnya, program ini sudah berjalan di Depok tahun 2025 sudah ada 40-an Sekolah. Artinya, program yang bagus ini juga bisa di jalankan di Propinsi sebagai bagian dari pelayanan pendidikan pada masyarakat.

“Karena RSSG di Depok ini bagus, bisa juga di Propinsi menjalankannya di tingkat SMA. Apalagi, saat ini sudah ada 49 sekolah yang ada di Depok yang melakukan kerjasama dengan Pemkot Depok,”katanya.

Saat disinggung penghapusan BPMU yang akan berdampak bagi pengelola Sekolah dirinya memiliki pendapat lain. Menurutnya, justru dengan adanya bantuan secara langsung ini pastinya akan berdampak positif.

“Salah satunya, sekolah swasta yang tadinya sepi karena siswa dapat beasiswa langsung maka sekolah itu bisa jadi rame. Artinya, adanya pemerataan karena siswa langsung mendapatkan beasiswa,”harapnya.

Sebagaimana diketahui BPMU ditujukan bagi siswa SMA atau SMK Swasta sederajat yang terdaftar di Dapodik/EMIS. Besaran bantuan dana hibah APBD Jawa Barat untuk membantu operasional sekolah sebesar Rp 600 ribu per siswa per tahun pada 2025.

Namun, di tahun 2025 akan ada perubahan rencana diganti dengan beasiswa bagi siswa miskin di sekolah.

Related posts

Sidang Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Untuk Pengajuan Sertifikat Kembali Hadirkan Saksi-Saksi

Redaksi

Kejari Jakarta Utara Berhasil Kembalikan Uang Hasil Korupsi

Redaksi

Amankan Mudik Lebaran, 1.200 Personil Gabungan Siap Siaga di 20 Posko

Redaksi

Terdakwa KDRT Dituntut 2 Tahun, Kuasa Hukum Minta Keringanan Hukuman

Redaksi

Kejari Jakarta Utara Berhasil Tangkap Terdakwa Januar Yang Kabur Dari PN Jakut

Redaksi

Majelis Hakim Diganti Saat JPU Tuntut Terdakwa Dugaan Penipuan Bisnis Cangkang Sawit Rp 150 M

Redaksi

Leave a Comment