Depok – Proyek galian PLN di sepanjang Jalan Tole Iskandar, Sukamaju, Cilodong,  dinilai tidak profesional dan terkesan asal-asalan.  Pernyataan ini disampaikan Ketua RW 20 Saidih yang merasa kesal karena pekerja proyek PLN yang menggali tanah, tapi setelah itu  tidak dirapikan karena menurutnya tanah berantakan, jika terkena air hujan maka jalanan akan  licin dan  yang dikhawatirkan bisa menimbulkan kecelakaan  yang akan memakan  korban jiwa,  apabila proyek galian terus dilakukan tanpa memikirkan hak pejalan kaki.

“Saya kesal karena mereka kerja tidak profesional jangan sampai nanti warga marah itu yang saya jaga,seharusnya tanah di masukan ke karung atau rapikan tidak asal saja,” ujarnya dengan nada kesal,Sabtu (25/03)

Di katakan Saidih bahwa dirinya tidak habis pikir karena proyek galian tidak kunjung selesai.

“Kemaren PDAM sekarang PLN yang kemaren aja belum kering ini lanjut lagi lingkungan jadi kotor,” katanya.

Selain pekerjaan yang tidak kunjung selesai warga juga mempersoalkan galian PLN yang membongkar trotoar dan hampir menutup jalan masuk warga.

“Ini gang sudah sempit eh dia gali semua mau lewat mana terus trotoar di bongkar ini hak pejalan kaki, silahkan bongkar tapi beritahu ke kami jangan main bongkar saja terus tidak dikembalikan seperti sedia kala karena yang lalu begitu setelah di bongkar main tinggal akhirnya yang punya rumah yang susah karena harus keluar uang nutup jalan pakai semen karena rusak,” tutupnya.

Saidih juga meminta pihak-pihak terkait untuk memperhatikan setiap pekerjaan proyek karena yang ada saat ini terkesan cuek dan tidak peka terhadap lingkungan terutama hak untuk pejalan kaki.

Sementara itu pihak PLN sendiri belum bisa di minta konfirmasinya terkait keluhan warga RW 20 yang menilai proyek pekerjaan PLN asal-asalan dan tidak profesional. (Yopi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here