Wanita Cantik Asal Mojang Bandung Mengahiri Hidupnya di Bogor

 Bogor –  Dini Azhari (19) pemilik akun Media Sosial (Medsos) Diniharii,  korban kecelakaan yang diduga” bunuh diri yang terjadi pada rabu sekira pukul 09.00 WIB kemarin, mengisahkan banyak pertanyaan dikalangan tempat dirinya tinggal. Dimana, Dini Azhari (19) perempuan berparas cantik warga asli mojang Bandung, Jawa Barat itu, dimana dirinya diketahui dalam keseharian tinggal dikediaman temannya yakni Dedeh dengan pemilik akun Facebook Meddy Pradipta. Ia diketahui, mengakhiri hidupnya diduga dengan cara tidur diatas jalur rel kereta jurusan Nambo, Kecamatan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu pagi kemarin.

Menurut pengakuan ibu ketua RT 02 kampung kamurang RW 02, Desa Citeureup, Kabupaten Bogor, Endang mengatakan jika keseharian almarhum tersebut jarang diketahui warga kampung tersebut. Pasalnya, Dini Azhari (19) sehari-hari kurang dikenal oleh masyarakat setempat lantaran bukanlah asli warga kampung Kamurang ini.

“Untuk Keseharian almarhum itu sangat tertutup dengan tetangga sekitar. Bahkan saya dan warga lainnya kurang mengenal dengan almarhum semasa hidupnya,” kata perempuan yang kerap disapa Teh Bela kepada

lebih lanjut Teh Bela menambahkan, jika korban Dini (19) bukanlah sebagai warga pindahan dari Bandung yang mengontrak di wilayah RT 02 RW 02 tersebut, melainkan kerap menginap dirumah temannya yakni Dedeh alias Meddy Pradipta yang merupakan anak dari ibu Fatim dan Ending tersebut.

“Kalau sepengetahuan saya dan ibu-ibu disini sih, kalau wanita cantik itu hanya menumpang tinggal dirumahnya Dedeh anak dari ibu Fatim yang memiliki anak lima itu mas,” ujarnya.

Senada, menurut warga kampung RT 03 RW 02 Desa Citereup, yang enggan dikorankan namanya mengaku jika keseharian keluarga dari Dedeh kerabat dari korban itu, bila family tersebut memang sangat tertutup kepada warga lainnya lantaran anak keempat dari pasangan Fatim dan Endang itu bekerja disalahsatu tempat hiburan malam dikawasan kota Bogor.

“Keluarga ibu Fatim itu memang sedikit tertutup mas. Karena kan anaknya sih Dedeh itu kerjanya seperti ditempat hiburan malam dan wanita panggilan begitu. Bahkan Dedeh-Dedeh itu kan sudah menikah sampai dua kali namun cerai lagi dan sekarang statusnya janda dua (2) kali,” bebernya.

Sementara hasil pantauan dilokasi tempat tinggal korban bunuh diri tersebut, dimana satu keluarga Fatim itu sedang tidak ada dirumah dikarenakan sedang mengantarkan jenazah gadis muda tersebut ke kediamannya di Bandung. Bahkan, hasil penelusuran dari akun Facebook atas nama Meddy Pradipta dalam komentarnya mengaku jika prosesi pemakaman telah selesai dilakukan sekira pukul 09.00 WIB pagi tadi.

Dalam komentar milik akun Meddy Pradipta menulis, Tolong dong jangan bikin cerita yang tidak2, itu keluarga saya juga udah seperti adik saya sendiri, tinggal dengan saya dan saya tau bagaimana dia. Gak penting kalian ngumbar2 kayak gini. Tolong minta doanya, bukan gosip2 beginian,” tulisnya.

Adapun kicauan lainnya, Meddy Pradipta bila proses penguburan korban temannya itu telah selesai dilakukan. “Iya abis dikubur, sebentar lg mungkin pamitan sama keluarga nya,” tutupnya.

Sebelumnya, Dini (19), itu diduga tewas akibat terlindas KA jurusan Citayam-Nambo yang datang dari arah Cibinong menuju Gunungputri. Salah seorang saksi mata, Irfan Syahroni menuturkan, sekitar pukul 10.00 WIB korban terlihat sedang berjalan sambil menangis menyusuri rel dari arah Pabuaran menuju arah Nambo. “Dia seperti terlihat lagi ada masalah,” tutur Irfan kepada wartawan.

Tak lama kemudian muncul kereta dari arah Citayam menuju Nambo. Bukannya menghindar, korban justru malah menengok ke belakang dan mengambil posisi telentang tepat di tengah-tengah rel. Saat itu juga korban langsung terlindas oleh kereta.

“Saya sudah meneriakinya dan masinisnya juga beberapa kali bunyiin klakson, tapi tidak digubris,” jelas Irfan, yang juga sebagai warga setempat. Akibat kejadian itu tubuh gadis berkulit putih dan berambut panjang ini pun terpotong menjadi dua bagian.

Terpisah, Kapolsek Cibinong, Kompol Hida Tjahyono mengatakan, dari lokasi kejadian pihaknya menemukan beberapa barang milik korban seperti ponsel, tas, dan sebuah dompet.

“Identitasnya kami dapat setelah menelusuri dari HP korban. Kemudian kami mendapat alamat korban dan menghubungi teman satu kosannya di Citeureup,” kata Hida.

Berdasarkan keterangan teman korban, sekitar 30 menit sebelum kejadian, wanita tersebut sempat menghubungi rekannya bahwa Dini Azhari (19) berniat bunuh diri karena sudah tidak sanggup harus menanggung beban hidup keluarganya di Bandung dan kerap bertengkar dengan ibunya. “Dia depresi, disamping sebagai tulang punggung keluarga juga tidak ada yang peduli dengan korban,” terang Hida. (WAR)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here