Depok -Wacana Menteri Pendidikan untuk menambah jam pelajaran menjadi delapan jam dan memangkas jam masuk sekolah menjadi 5 hari mendapat dukungan dari Anggota Komisi D DPRD Kota Depok  yang membidangi masalah Pendidikan, pasalnya menurut Turiman dirinya sependapat karena hal tersebut membawa dampak positif bagi anak maupun dengan keluarga.

“Saya sangat setuju denga program dari Pak Menteri dimana akan menambah jam mata pelajaran dan memaksimalkan hari masuk sekolah dari hari Senin sampai Jumat,” jelasnya,Jumat (16/06).

Karena menurutnya saat ini sangat tidak efektif banyak jam kosong yang terbuang percuma yang tidak di manfaatkan oleh pelajar untuk itu Komisi D sangat mengapresiasi Program Pemerintah Pusat.

“Karena  saya melihat sekarang ini banyak kegiatan-kegiatan di luar jam sekolah yang tidak bermanfaat apa lagi kedua  orang tua nya sama-sama sibuk bekerja jadi otomatis pengawasan sangat kurang,kalau nanti jam masuk sekolah sampai dengan hari Jumat dan Sabtu libur,  maka waktu bersama dengan keluarga akan lebih panjang dan pengawasannyapun dapat lebih baik di bandingkan yang sekarang,” paparnya.

Sementara itu,  menyikapi infrastruktur yang belum memadai dimana masih terdapat beberapa sekolah filial di Kota Depok menurut Turiman hal tersebut tidak menjadi masalah justru itu tantangan untuk Pemerintah Kota Depok.

“Itu menjadi tanggung jawab kita untuk mencari solusi agar persiapan untuk membangun gedung-gedung sekolah baru dapat dimaksimakan lagi pula sekolah filial di Kota Depok tidak banyak dan itu bisa disiasati dengan cara pindah ke gedung sekolah-sekolah yang dekat,” katanya.

 Mata Pelajaran Agama di Sekolah Tidak Boleh Dihapus
Sementara itu terkait dengan adanya penghapusan mata pelajaran agama untuk di sekolah dirinya kurang sependapat karena menurutnya tidak akan cukup pembelajaran agama hanya di dapat di lingkungan keluarga saja.”Saya sangat tidak setuju dengan wacana penghapusan mata pelajaran agama karena itu justru pembinaan karakter berawal harus dari pendidikan agama karena karakter peserta didik kita yang kurang baik dalam tanda kutip itu karena kurangannya pengetahuan agamanya kadang-kadang anak-anak itu belajar agama hanya sebatas hafalan saja tetapi pendalaman prakteknya masih kurang untuk itu saya sangat tidak setuju,” ujarnya.Lebih lanjut pihaknya mendorong Pemerintah Kota Depok untuk dapat mendukung serta mensuport program Pemerintah pusat.

“Saya berharap Pemerintah Kota Depok untuk dapat terus mendukung prgram-program pemerintah pusat tentunya yang positif seperti penambahan jam belajar dan memaksimalkan hari masuk sekolah dan sekali lagi pemerintah kota depok harus mempersiapkan segala sesuatu nya,” tutupnya. (yopi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here