London – Serangan teror kembali melanda Kota London, Inggris. Dua pekan setelah sebuah pemboman bunuh diri di akhir konser Ariana Grande di Manchester, yang menewaskan 22 orang, kini enam orang tewas dalam serangan terorisme di pusat kota London, dan tiga penyerang ditembak mati oleh polisi, kata Scotland Yard, seperti yang dikutip dari bbc.com.

Polisi dan ambulans dikerahkan pada pukul 22:08 (Minggu pukul 04:08 WIB) setelah ada laporan tentang sebuah mobil van yang menabraki orang-orang di London Bridge.

Tak lama, para petugas bersenjata dikerahkan ke Borough Market yang tak jauh letaknyam terkait laporan penusukan di daerah yang terkenal dengan restoran dan bar yang ramai itu.

Dinas Ambulans London mengatakan setidaknya 30 orang dibawa ke rumah sakit.

Sejumlah orang dirawat di tempat kejadian untuk luka yang kurang serius.

Polisi Transportasi Inggris mengatakan salah satu petugasnya mengalami luka parah setelah ditikam saat dia menangani insiden tersebut namun luka itu tidak mengancam jiwa.

Perdana Menteri Theresa May menyebutnya sebagai ‘peristiwa mengerikan’ dan akan memimpin sebuah rapat komite darurat Cobra pemerintah hari ini.

Menteri dalam Negeri Amber Rudd mengatakan serangan tersebut ‘diarahkan pada orang-orang yang menikmati malam mereka bersama sanak dan keluarga.’

Walikota London Sadiq Khan mengatakan: “Kami belum mengetahui rincian lengkap kejadian ini, tapi ini adalah serangan yang pengecut dan disengaja menyasar warga biasa London dan wisatawan yang datang ke kota kami untuk menikmati Sabtu malam mereka. Saya mengutuknya sekeras-kerasnya.”

Saksi mata mengatakan kepada wartawan BBC Tom Symonds, mereka melihat sejumlah orang keluar dari van penyerang setelah menabrak orang-orang di jembatan dan berlari menuju Pasar Borough atau Borough Market.

Kemudian terdengar suara tembakan di daerah tersebut, sementara seorang pengguna media sosial mengunggah foto yang menunjukkan salah satu penyerang terbaring di tanah di luar sebuah pub di pasar makanan itu, dan tampak seakan sebuah tabung dililitkan ke tubuhnya.

‘Merunduk!’ Polisi mengamankan berbagai bar.

Asisten Komisaris Polisi London Mark Rowley mengatakan: “Para tersangka telah dihadapi dan ditembak oleh polisi dalam waktu delapan menit setelah telepon pertama.”

“Para tersangka mengenakan apa yang tampak seperti rompi berpeledak tapi rompi peledak ini ternyata merupakan hoax.”

Dia mengatakan mereka masih menyelidiki segala sesuatunya, namun saat ini diyakini dalam serangan itu terlibat tiga orang pelaku.

Namun serangan penabrakkan dengan mobil sudah pernah terjadi pula di London, pada bulan Maret lalu, di Westminster Bridge, disusul penikaman petugas polisi di luar Parlemen. dalam kejadian itu, lima orang tewas. (bbc.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here