Rumah Sakit Bunda Buka Diklat Keperawatan Untuk Kerja di Luar Negeri

DEPOK- Acara HUT ke 44 Bunda Medik Healthcare System (BMHS) yang di gelar di Rumah Sakit Bunda di Jalan Margonda, Depok  berlangsung meriah, dalam acara tersebut BMHS melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui awak media terkait dibukanya diklat Keperawatan bagi para tenaga perawat yang ingin bekerja di luar negeri.

dr Ivan R Sini sebagai komisaris BMHS mengatakan Kesempatan untuk bisa bekerja di luar negeri sangat terbuka lebar untuk itu BMHS membuka pelatihan untuk para perawat agar dapat bersaing dengan tenaga perawat di negara-negara lain.

“Kita mengajak kepada teman-teman perawat untuk bisa mengikuti diklat ini,pelatihan ini hanya membutuhkan waktu 3 bulan saja tetapi dengan metode dan standar internasional,” jelasnya,minggu (26/03)

Perawat Terkendala Bahasa Inggris

Di tambahkan Ivan,  bahwa kendala yang dihadapi oleh tenaga perawat kita saat ini adalah masalah bahasa dimana apabila kita ingin bekerja di luar negeri baik itu di Asia atau di Timur Tengah maupun di Arab semua menggunakan bahasa Inggris untuk itu didalam diklat ini selain belajar metode keperawatan juga kita akan ajarkan bahasa Inggris.

“Di harapkan setelah mereka di training selama 3 bulan disini mereka sudah mampu karena tenaga perawat kita mempunyai kapasitas untuk dikirim ke luar negeri karena sudah memiliki integritas yang baik diharapkan pula sekembalinya dari sana mereka dapat melunarkan ilmunya kepada perawat yang baru,” paparnya

Program Bayi Tabung

Lebih lanjut Ivan juga menjelaskan,  bahwa tidak hanya program diklat saja untuk tenaga perawat di BMHS sudah terbentuk program bayi tabung di bawah group Morula yang sudah tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

“Untuk di Depok sendiri baru di resmikan klinik bayi tabung di RS Bunda dan ini merupakan klinik bayi tabung ke delapan,” ujarnya.

Untuk prosentase keberhasilan sendiri dr Ivan menjelaskan semua tergantung dari usia si laki-laki dan perempuan karena semakin bertambah usia maka tingkat keberhasilan juga semakin kecil.

“50:50 itu untuk usia diatas 30 tahun tetapi perlu kita jelaskan bahwa banyak faktor untuk meningkatkan keberhasilan dari program bayi tabung itu sendiri karena kami sendiri sudah beroperasi selama 11 tahun dan sudah memprodusi ribuan bayi tabung, sebagai contoh di tahun 2013 saja lebih dari 1000 bayi tabung yang sukses kita lahirkan,” tutupnya. (yopi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here