Kepulauan Natuna – Masyarakat Kepulauan Natuna kini dapat merasakan adanya kemudahan dalam mendapatkan kebutuhan sehari hari dengan harga yang lebih terjangkau dengan adanya program Tol Laut. Untuk itu PT Multi Terminal Indonesia (MTI) atau IPC Logistic turut mendukung dan aktif mensosialisasikan program Tol Laut dan Rumah Kita kepada publik.

MTI turut hadir dalam rombongan Kemenhub ke Kepulauan Natuna, Jumat (25/8), tim yang terdiri atas pejabat Kemenhub dan sejumlah petinggi perusahaan BUMN banyak mendapat pertanyaan, keluhan, dan masukan dari masyarakat.

Dalam kesempatan itu PT MTI , membawa 10.000 sak semen dengan harga terjangkau, Karena kebutuhan yang tinggi, semen-semen itu langsung habis diserbu pembeli begitu sampai pelabuhan. Masyarakat Ranai yang memang tengah giat membangun datang ke pelabuhan untuk mengambil semen secara langsung.

“Alhamdulillah, dengan adanya Tol Laut, disparitas harga antara wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur menjadi lebih rendah. Semen, misalnya, dengan adanya tol laut, harga di sini bisa turun sekitar 30%. Tentu ini belum maksimal. Tapi    Insya Allah ke depan, kita berharap masyarakat bisa memperoleh berbagai kebutuhannya dengan harga lebih murah,” ujar Andi Hamdani, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis MTI, di lokasi kunjungan.

Dalam dialog dengan pejabat, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha setempat, terungkap kondisi riil perdagangan di Ranai khususnya, dan Kepulauan Natuna pada umumnya. Masih tingginya harga berbagai barang, termasuk sembako, terjadi karena rantai perdagangan dikuasai sejumlah pedagang tertentu. Mereka inilah yang mendikte harga sehingga memberatkan masyarakat.

“Biaya transportasi darat menjadi mahal karena jarak antara pelabuhan Selat Lampa dan Ranai cukup jauh. Selain itu, rata-rata pengusaha di Natuna punya kapal kargo untuk mengangkut barang milik sendiri maupun pedagang lain. Inilah yang menyebabkan mereka enggan berpaling ke kapal tol laut,” ungkap Camat Pulau Tiga Tabrani.

Terkait hal ini, Wisnu mengatakan transportasi darat untuk pengangkutan barang bisa dilakukan DAMRI yang mendapat subsidi dari pemerintah. Dia berharap ada conecting model angkutan darat dengan program Tol Laut untuk mendistirbusikan barang kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Dengan begitu masyarakat Kepulauan  Natuna bisa memperoleh aneka kebutuhan tersebut dengan harga lebih terjangkau.

“Program Tol memiliki tujuan yang jelas. Yaitu, bagaimana menurunkan disparitas harga agar tidak memberatkan masyarakat. Alhamdulillah, sejauh ini peran pemerintah pusat dan daerah sudah cukup bagus,” kata Kepala Subdit Tramper Direktorat Lalulintas Angkutan Laut Wisnu Handoko.

“Fasilitas gudang penyimpanan bahan bangunan dan makanan di sini dalam keadaan baik. Ini sangat berguna sebagai sentra logistik di daerah sebagaimana yang diprogramkan pemerintah. Melihat  tingginya kebutuhan bahan bangunan, ke depan MTI mungkin akan meningkatkan pasokan hingga 20.000 sak semen,” kata Sucahyo.

Peran IPC Logistik dalam mendukung Tol Laut adalah dengan menyediakan gudang Rumah Kita yang terletak di pelabuhan Selat Lampa. Gudang ini difungsikan sebagai sebagai sarana penyimpanan muatan kapal Tol Laut yang diangkut ke Rumah Kita milik PT RNI dan selanjutnya didistribusikan ke konsumen.

Ke depan MTI berencana terjun ke bisnis perdagangan. Lewat rencana tersebut, diharapkan MTI bisa lebih banyak membantu masyarakat Kepulauan Natuna dalam memperoleh kebutuhan dan yang akan melakukan ekspor barang hasil bumi ke luar daerah lain. (Dewi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here