Warta DKI
Ragam

Pertimbangan Majelis Hakim Vonis 2 Tahun Penjara Untuk Ahok

DKI Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan agar terdakwa kasus penodaan agama, Basuki Purnama, ditahan setelah divonis penjara selama dua tahun, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, (9/5).
Menurut Abdul Rosyad, Anggota Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, keadaan yang memberatkan terdakwa tidak merasa bersalah, perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan dan mencederai umat Islam, perbuatan terdakwa dapat memecah kekurunan antar umat beragama dan antar golongan,
“Menimbang bahwa untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan meringankan terdakawa,” kata Abdul Rosyad, anggota majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara saat pembacaan putusan perkara, .
Sementara, kata dia, keadaan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan di persidangan, dan terdakwa bersikap kooperatif selama mengikuti proses persidangan.
“Menimbang bahwa selama penyidikan penuntutan, dan pemeriksaan perkara ini terhadap terdakwa tidak dilakukan penahanan dan terhadap penahanan terdakwa dipertimbangkan bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 193 ayat 2 a KUHAP menyebutkan pengadilan dalam menjatuhkan putusan jika terdakwa tidak ditahan dapat diperintahkan supaya terdakwa tersebut ditahan,” kata Rosyad.
Sebelumnya, Purnama dikenakan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dengan ancaman 5 tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. (antara)

Related posts

Disbudpar Undang Jurnalis Kunjungi Potensi Wisata di Kabupaten Bogor

Redaksi

Klarifikasi HIMPUH Terkait Isu Pungli di Asosiasi Penyelenggara Umrah dan Haji

Redaksi

PT MTIÂ Raih Berkah Ramadhan Bersama Anak Yatim

Redaksi

Kasus Ijazah Palsu STT Setia, JPU: Sejak Awal Terdapat Niat Jahat Terdakwa

Redaksi

Gerakan Menanam Cabai Untuk Penyediaan Secara Mandiri

Redaksi

Pemdes Bojong Baru,Kecamatan Bojonggede Bantah Pungli PTSL

Redaksi

Leave a Comment