Depok -Teryata niat baik dan ketulusan dalam membantu sesama khususnya untuk masyarakat tidak mampu tidak selamanya berjalan dengan baik hal tersebut di sampai kan oleh Lamberth W .Miru,SP selaku sekretaris dari Yayasan Anak Bangsa untuk wilayah Indonesia Timur dimana dirinya mengatakan kerap kali mendapatkan indimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Di katakan Lamberth bahwa yayasan tersebut telah berdiri sejak lima tahun lalu di awali dengan penandatangan MOU antara 6 negara donor dimana seluruh proses dan tahapan dalam melakukan penyaluran bantuan mulai dari tingkat wilayah Propinsi dan Kabupaten Kota telah selesai di verifikasi oleh tim koordinator dari Yayasan Anak Bangsa.

“Sementara ini daerah Maluku Tenggara Barat menjadi daerah percontohan untuk menerima bantuan tetapi sebelumnya kita juga sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah mulai dari kesbangpol dan mengundang seluruh kepala daerah tetapi apa begitu kita kembali dari Kabupaten ke Provinsi ada suara tidak enak yang memang sengaja dihembuskan seperti kita datang tidak izin dan seperti pencuri padahal kita telah undang mereka semua dan semua legalitas sudah selesai semua,” ucap Lamberth kepada awak media , Senin (31/07).

Tidak hanya itu saja Lamberth menduga ada kecemburan dari pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan dirinya dalam mengelola pemberian dana bantuan kepada masyarakat dimana jumlah bantuan untuk setiap warga sebesar Rp 15 juta.

“Jujur ada kecemburuan dari mereka semua karena apa kenapa kita orang kecil bisa mengelola ini semua kemudian ada juga ketakutan dari mereka yang mengatakan nanti hilang kepercayaan masyarakat kepada pemerintah setempat saya sampaikan bahwa Pemerintah punya otoritas karena pemerintah yang mengatur negara ini jadi kenapa harus takut dengan kami,” jelasnya.

Lebih lanjut di katakan bahwa terdapat empat katagori calon penerima bantuan antara lain: pertama,  Kepala keluarga  secara menyeluruh termasuk PNS TNI dan Polri; kedua, Anak yatin piatu.3.Orang cacat yang tidak bisa menghidupi dirinya sendiri 4.Para lansia yang tidak pernah menikah yang menjadi beban tanggungan orang lain.

“Kenapa kita juga berikan kepada pensiunan PNS, TNI  dan Polri hal ini semata mata hanya menghindari kecemburuan sosial kemudian mereka yang terpilih harus melengkapi seluruh persyaratan data diri bukan hanya kebijakan karena masyarakat dan otoritas daerah setempat mempunyai fungsi kontrol yang terbesar kami juga mohon maaf kepda wilayah Barat yang belum bisa menyalurkan bantuan mungkin nanti lain kali ada kebijakan untuk wilayah lain,” katanya.

Di akhir closing stametmenya dirinya berharap kepada seluruh komponen masyarakat dan Pemerintah daerah tingkat provinsi maupun kabupaten kota di wilayah Indonesia Timur supaya memiliki sikap yang arief dan bijaksana terhadap kegiatan Yayasan Anak Bangsa.”Saya sangat berharap jangan ada intimidasi dan kepentingan politik ini adalah murni bantuan tidak ada misi politik baik dari negara donor maupun dari tim koordinator penyalur bantuan,” tutupnya.(yopi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here