Pengguna Jasa Mengeluh Lambatnya Sistem Pelayanan Inapornet

DKI Jakarta – Sejumlah perusahaan keagenan kapal mengatakan lambatnya Sistem pelayanan inaportnet di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelayanan inaportnet sudah launching sejak 11 Nopember 2016, namun pelayanan inaportnet masih lambat dan banyak dikeluhkan oleh para perusahaan pelayaran dan keagenan kapal.

Sejumlah perusahaan keagenan kapal mengatakan,  pelayanan menggunakan sistem inaport di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini masih membutuhkan waktu lebih dari 5 (lima) jam.

“Padahal sebelumnya hanya butuh waktu tidak lebih dari satu jam,” kata  seorang petugas perusahaan keagenan di Pelabuhan Tanjung Priok yang tidak bersedia disebutkan jatidirinya, kepadanwartawan baru-baru ini.

Dia mengatakan, saat ini perusahaan pelayaran atau keagenan kapal di pelabuhan ini terpaksa harus datang  ke kantor Otoritas Pelabuhan  (OP) untuk meminta tekan tombol atau entry. “Kalau kita tidak datang tatap muka ke Kantor OP jangan harap bisa dilayani, dan itupun butuh waktu setidaknya lima jam,” Ungkapnya.

Menurut dia,  kalau saat mengajukan PPKB (Permintaan Pelayanan Kapal dan Barang) menggunakan inaport tidak akan dapat respons, namun kalau tidak datang atau tatap muka dengan petugas OP, Syahbandar dan Kepanduan baru bisa ditekan tombol atau entry.

Kepala OP Pelabuhan Tanjung Priok, I Nyoman Gede Saputra  kepada wartawan (03/05) didampingi Kasie Lala OP Pelabuhan Tanjung Priok Irianti Ririn dan beberapa orang petugas OP mengatakan, bahwa pihaknya sering juga ketemu dengan pengurus INSA,  seandainya kalau dari 100 orang pengurus keangenan  kapal hanya satu orang yang menggeluh, kan belum tentu juga hal itu terjadi.

“Karena bukan berarti saya,  tidak memperhatikan petugas operator pelayanan, minimal satu kali satu hari saya ngecek petugas operator inaportnet bahkan sampai tiga kali. Dicontohkannya, pagi ngecek pertama, setelah pergantian  petugas jaga yang baru untuk meyakinkan petugas sudah siap, terus siang pada jam – jam kritis jam 12, jam 1 dan jam 2 pasti saya cek lagi dan sore harinya sebelum saya pulang atau setelah mahgrib cek lagi untuk meyakinkan pelayanan,” Tuturnya.

Dijelaskan, bisa jadi kejadian itu terjadi, karena masa transisi pemindahan fasilitas PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Tanjung Priok yang ada di Kemayoran  – Jakarta Pusat, dipindahkan kekantor Pusat PT Pelindo II.

“Karena terus terang saya juga meminta kepada PT Pelindo II . Mengapa server dari pelayanan inaport itu tidak di dalam pelabuhan dan hal ini sudah dijalani bahkan sudah dilaksanakan. Jadi pengaruh hal tersebut bisa jadi terjadi saat pemindahan  atau fasilitas (infrastruktur).  Namanya memindahkan fasilitas bisa saja hal itu terjadi, saya yakin itu ada kendala belakangan ini maka berpengaruh kepada pelayanan, artinya kalau pelayanan Pemanduan telat berarti pelayanan ke Syahbandar juga telat, saya berharap pengguna jasa tolong diharap maklum lah “ Ujarnya.

Nyoman mengatakan sejak inaportnet go live 11 Nopember 2016, pihaknya yakin bukan hanya di Pelabuhan Tanjung Priok saja yang mengalami kendala, di 4 (empat) pelabuhan tersebut pasti mengalami kendala artinya kalau keluhan itu  datang dari 100 perusahaan atau 200 perusahaan hanya satu yang mengeluh, saya rasa itu bukan keluhan. Namun kalau sudah banyak mengeluh, saya yakin INSA pasti datang kekantor ini

“Jadi kalau ada mengeluh dan harus tatap muka itu dilakukan, kemungkinan pasti ada persyaratan dokumen yang belum lengkap, sehingga sistem tidak bisa conecting dengan inaport. Sebab selama ini, untuk pelayanan kapal- kapal reguler tidak ada masalah. Contohnya perusahaan  keagenan,  kalau memasukkan dokumen jam – jam kritis yaitu jam 4 pagi  (subuh) apakah itu dikatakan kendala, setelah pelayanan terpadu menggunakan inaport di kantor OP ada muncul sejumlah masalah  seperti  peralihan infrastruktur dari PT Pelabuhan Indonesia II.
Jadi kedepan kita tetap akan  perhatikan dan perbaiki “,tegasnya.(dewi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here