Laba PT IPPC Mengalami Kenaikan 85%

Presiden Direktur PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, Chiefy- Adi K

Wartadki.com|JAKARTA – Laba berrsih PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk / IPCC Car Terminal (Kode Saham: IPCC.JK) pada semester 1 tahun 2018 meningkat pesat dibandingkan dengan semester 1 ditahun 2017 , dalam pembukuan kenaikan Laba Bersih yang tidak diaudit untuk Semester 1 2018 (1H 2018) sebesar 58% ke level Rp 94 miliar (Laba Bersih Setelah Pajak). Pencapaian ini mencerminkan arahan strategis Manajemen yang tepat dan beberapa sorotan utama kinerja keuangan IPCC ‘1H 2018 .

Pendapatan Semester 1 2018 mengalami peningkatan sebesar 28% dibanding Semester 1 2017 , EBITDA Semester 1 2018 meningkat 45.9% dari Semester 1 2017. Terhitung Laba Bersih selama Semester 1 2018 setelah pajak sebesar Rp 94.9 miliar, atau mengalami peningkatan sebesar 58.1% dibandingkan Rp 59.9 miliar pada periode yang sama di tahun 2017. Net Margin Semester 1 2018 sebesar 37.9% dibandingkan 30.7% pada periode yang sama tahu lalu.

IPCC mencatatkan total Aset pada 30 Juni 2018 sebesar Rp 356,3 miliar. Total Ekuitas Rp 228,3 miliar, ekuivalendengan 64% dari Aset. Ekuitas pada 30 Juni 2018 ini belum termasuk proceeds hasil IPO yang masuk pada tanggal 6 Juli 2018. Dari sisi kinerja operasional, peningkatan volume throughput CBU Cars meningkat 10%, dari throughput Alat Berat meningkat secara signifikan sebesar 77,6%. Hal ini disebabkan tingginya kebutuhan alat berat pada industri pertambangan dan pembangunan infrastruktur nasional.

Dengan uraian pembayaran dividen periode 31 Desember 2017 pada bulan Maret 2018,
Dividend Payout Ratio 80% sebesar Rp 104 miliar. Untuk tahun buku 2018, dividen per Desember 2018 akan dibagikan kepada para investor terhitung tanggal 1 Januari 2018.
Peningkatan Laba Bersih IPCC sebesar 58% didahului oleh kenaikan penjualan sebesar 28% selama Semester 1 (1H 2018) sebesar Rp 250.3 miliar dibandingkan dengan Rp 195.7 miliar pada periode yang sama di tahun 2017.

Presiden Direktur PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, Chiefy Adi K dalam siaran persnya (09/0) mengatakan , “Dengan penuh kerendahan hati kami ingin mengumumkan hasil dari Laporan Keuangan Semester 1 IPCC yang telah membukukan Laba Bersih sebesar Rp 94.9 miliar. Kami yakin dan optimis bahwa untuk ke depan nya, kinerja kami akan bertambah baik meskipun beroperasi di tengah iklim industri yang masih menantang khususnya pertumbuhan ekspor dan pasar domestik. Strategi perseroan telah dijalankan dengan baik dan kami masih melihat banyak peluang usaha yang kami khususnya yang terkait dengan proyek Pelindo II dan IV”. Jelasnya.

Total Aset Perseroan pada akhir Semester 1 2018 (1H 2018) sebesar Rp 356.5 miliar sementara Total Kewajiban berada di level sekitar Rp 128.7 miliar. Total Ekuitas berjumlah Rp 227.9 miliar di akhir Semester 1 2018. IPCC akan terus mengedepankan penekanan khusus terhadap penjagaan keseimbangan antara Aset dan Kewajiban perseroan dengan mempertahankan posisi Ekuritas yang dibutuhkan untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dana Proceeds IPO telah diterima tanggal 6 Juli 2018 dan IDX listing tanggal (09 /07) dengan catatan peningkatan Marjin Laba Marjin Laba Kotor (Gross Margin) IPCC mengalami peningkatan ke level 57.7% di Semester 1 2018 sementara Marjin Laba Operasional (EBIT Margin) konsisten di level 47.2%. Marjin EBITDA (EBITDA Margin) dan Marjin Laba Bersih (Net Margin) Perseroan mengalami peningkatan ke level 49.8% dan 37.9% selama periode Semester 1 2018 dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Chiefy menekankan bahwa, “Dengan semangat kebersamaan untuk tumbuh bersama, saya sepenuhnya yakin bahwa IPC Car Terminal akan terus berkinerja positif meskipun beroperasi di tengah lingkup bisnis yang menantang dan ini telah dibuktikan oleh peningkatan penjualan dan marjin. Prospek bisnis kami ke depan tetap cerah dan neraca keuangan kami berada pada posisi yang solid. Pendapatan IPCC tumbuh sebesar 28% Y-O-Y didukung oleh peningkatan marjin usaha secara keseluruhan. Kami berharap dengan adanya peningkatan akan permintaan dari sektor otomotif baik CBU maupun heav equipment dan lainnya, akan menjadi kontributor yang signifikan akan profitabilitas kami. Posisi kas keuangan kami per 30 Juni 2018 tetap solid berada di level Rp 136 miliar pada akhir Semester 1 2018”. Pungkasnya. (Dewi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here