Kesbangpol Waspadai Munculnya Radikalisme dan Komunisme di Kalangan Remaja

DEPOK – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Depok mewaspadai munculnya radikalisme dan komunisme di kalangan remaja. Salah satu penyebabnya, dalam pelajaran sekolah sudah mulai terkikis tentang pelajaran sejarah tentang kewaspadaan pada ajaran komunisme.  Hal itu dibenarkan  Kepala Kesbangpol Kota Depok H. Dadang Wihana. Pihaknya menegaskan, perlunya adanya upaya untuk mensosialisasikan tentang wawasan kebangsaan di kalangan pelajar atau remaja. “Saat ini radikalisme dan komunisme telah muncul. Untuk itu, yang kita lakukan adalah waspada, deteksi dini dan bekerjasama dengan semua pihak dalam menanganinya,’ujarnya seusai memberikan materi wawasan kebangsaan dan rapat koordinasi di SMA Muhammadiyah 7, Sawangan. Rabu (29/3).
Dadang mengungkapkan, kewaspadaan pada munculnya radikaslime dan komunisme saat ini cukup beralasan. Pasalnya, beberapa waktu lalu di Depok terdapat dua kasus. Diantaranya: adanya oknum yang menyuruh anak menggunakan kaos berlambang palu arit dan kasusnya sudah ditangani. Selain itu,lanjutnya, juga ditemukan batu yang bertuliskan kebangkitan sosialisme. Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi tentang wawasan kebangsaan, NKRI dan lainnya. “Kita akan terus sosialisasikan wawasan kebangsaan di tingkat pelajar atau sekolah. Pancasila sudah final dan NKRI harga mati, harus terus digelorakan di kalangan pelajar atau remaja,”terangnya.
Wakil Ketua Pengurus Cabang Muhammadiyah Kecamatan Sawangan H. Maturidi mengungkapkan bahwa wawasan kebangsaan dikalangan pelajar sangat positif. Pihaknya sangat mendukung upaya tersebut, terlebih baru pertama kali di Kecamatan Sawangan. “Kita sangat mendukung sosialisasi wawasan kebangsaan ini. Apalagi, di dalamnya juga disampaikan tentang empat pilar kebangsaan. Kalu untuk Muhammadiyah sendiri, dengan pelajaran ke-Muhammadiyah-an di sekolah pastinya mewaspadai komunisme,”paparnya.
Maturidi mengungkapkan, komunisme akan tumbuh di setiap generasi dan mencari kesempatan. untuk itu, wawasan kebangsaan, nasionalisme menjadi hal yang sangat penting. Apalagi, imbuhnya, pelajaran tentang sejarah akan mewaspadai komunisme itu sudah mulai terkikis.
Dalam kesempatan tersebut, dari perwakilan Polresta Depok juga memaparkan di depan pelajar SMP dan SMA Muhammadiyah tentang bahwa narkoba. Selain itu, perwakilan dari Koramil Sawangan juga menjelaskan tentang Nasionalisme dan cinta tanah air. Acara berjalan cukup bagus dengan banyaknya pertanyaan dari siswa dan siswi. (Aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here