Hut Ke 98 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Terus Tingkatkan Pelayanan

Depok – Memasuki usia ke 98 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok terus berbenah diri  dengan membentuk lima UPT dan sembilan pos yang tersebar di 63 Kelurahan yang ada di Kota Depok,hal tersebut dianggap perlu karena saat ini Kota Depok telah  banyak berdiri gedung bertingkat diantaranya hotel, apartemen dan perguruan tinggi.

Menurut Sekretaris Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Agung Sugih Arti,  bahwa saat ini Dinas Kebakaran mempunyai tanggung lebih dengan ditambahkan fungsinya menjadi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan,  faktor penyelamatan ini dipandang perlu karena Kota Depok minim akan bencana longsor dan tidak ada gempa yang ada adalah bencana perkotaan.

“Karena Kota Depok minim bencana untuk itu Dinas Pemadam di tahun 2017 tambahkan fungsinya dengan penyelamatan,  walaupun kota Depok minim bencana tetapi hal tersebut harus tetap dijaga,  contoh karena kita di lewati oleh kali Ciliwung hampir setiap bulan pasti ada mayat yang mampir dan itu menjadi tugas kita untuk mengangkatnya,” ujarnya,Kamis (16/03)

Tidak hanya itu,  Sekretaris Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok juga banyak memberikan contoh dan tugas penyelamatan yang berbahaya yang  dilakukan oleh anggota petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok.

“Mulai dari masuk sumur untuk mengevakuasi mayat karena tidak semua orang itu mempunyai keahlian ini, kemudian memindahkan sarang tawon yang berbahaya dan binatang berbisa  seperti ular,  semua ini di lakukan oleh anggota kami. Untuk itu kami mengharapkan masyarakat untuk tidak ragu menghubungi call center kami,” paparnya.

Dengan memiliki mobil Rescue untuk melakukan penyelamatan korban kecelakaan mobil, Dinas Damkar juga telah beberapa kali melakukan tindakan penyelamatan korban yang terjepit di dalam mobil, karena menurut Agung mobil ini di lengkapi dengan peralatan canggih yang berfungsi untuk mempermudah melakukan penyelamatan.

“Dengan mobil Rescue ini maka kami dapat melakukan penyelamatan dengan segera karena mobil ini dilengkapi dengan alat pemotong baja,dan generator alat untuk pencahayaan karena kalau kebakaran itu pasti mati lampu jadi butuh lampu tidak hanya itu mobil ini juga bisa untuk memotong dan mengelas,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya menegaskan bahwa tidak hanya mobil Rescue saja yang di miliki oleh Dinas Damkar dan Penyelamatan tetapi mobil Water Supply yang bertujuan sebagai penganti Hydrant yang kebanyak tidak dapat berfungsi.

“Fungsi mobil water supply ini sebagai pengganti Hydran yang tidak berfungsi karena mobil ini mampu menampung air sebanyak 8000 liter,atau waktu musim kering danau-danau kering semua,tidak hanya itu kita juga punya dan baru kita saja yang punya mobil yang dapat menjangkau ke dalam gang jadi kita tidak lagi menggunakan motor karena motor hanya mampu sedikit dengan lebar 1.7 dengan kapasitas 1000 liter,” paparnya.

Nmun demikian pihaknya juga berharap kepada pemerintah Kota Depok untuk dapat segera menganggarkan mobil tangga mengingat kebutuhan yang sudah sangat mendesak.

“Kita tau di Depok ini banyak gedung bertingkat sampai lantai 40 kalau terjadi kebakaran dengan armada yang kita miliki maka tidak akan menjangkau,karena pada saat terjadi kebakaran di tengah maka yang di atas jadi oven dan listrik otomatis mati dan itu hanya bisa di turunkan dan di selamatkan melalui tangga itu,” tandasnya.

Tidak hanya itu Dinas Damkar dan Penyelamatan juga terus meningkatkan prestasi dan halnya pelayanan Dinas Damkar mendapatkan pengharga dari Menteri Dalam Negeri karena cepat dalam merespon dari mulai menerima telpon sampai dengan mengambil tindakan sehingga cepat sampai di tujuan.

“Pelayanan kita dari respontime nya sudah 11 menit dari aturan Depdagri nya 15 menit kenapa kita bisa cepat merespon walaupun Depok macet itu karena kita membangun banyak pos untuk menjangkau tempat-tempat di pelosok jadi tidak harus di respon di Mako saja itu sebagai jawaban dan solusi dalam mengatasi kemacetan karena perlu di ketahui juga bangunan dengan ukuran 3×3 api hanya membutuhkan waktu 3 menit untuk melalap seisi ruang tersebut,” ucapnya.

Ditambahkan Agung Dinas Damkar juga menerima dua kali berturut-turut penghargaan tingkat nasional dalam hal pemadaman terbaik di wilayah pemukiman di tahun 2014 dan 2015 yang diberikan langsung oleh Kementerian dalam negeri.

“Karena Depok tidak punya hutan jadi katagori pemadaman di wilayah pemukiman itu di pegang Depok selama dua kali berturut-turut, kita juga terus meningkatkan dan melatih kemampuan SDM kita dalam hal memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat (Yopi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here