Warta DKI
Travel

Diskusi Buku Jemaah Ahmadiyah Dibubarkan Massa

Wartadki.com|Bandung- Peluncuran buku “Haqiqatul Wahy” di Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (5/1) dibubarkan sekelompok massa yang mengatasnamakan Paguyuban Pengawal NKRI yang mengaku berasal dari gabungan ormas, antara lain FPI, Dewan Dakwah Islamiah Indonesia dan Jawara Sunda.
Mereka menilai buku “Haqiqatul Wahy” sebagai salah satu kitab suci Jemaah Ahmadiyah dan diskusi buku di Masjid Mubarak itu merupakan bagian dari penyebaran paham Ahmadiyah yang “melanggar Peraturan Gubernur Jawa Barat No.12 Tahun 2011 dan SKB Tiga Menteri No.3 Tahun 2008.”.
Untuk menghindari terjadinya aksi kekerasan, di bawah pengawalan ketat polisi dan diawasi Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kota Bandung, peserta diskusi buku memilih membubarkan diri dengan tertib.
Kapolrestabes Bandung Irman Sugema mengatakan polisi bertugas menjaga sesuai dengan waktu yang disepakati. “Kesepakatannya pukul 10.30 WIB selesai. Nah, kita jaga sudah tidak ada apa-apa. Massa yang keluar tidak dianiaya dan tidak terjadi bentrok fisik,” ujarnya.
​Buku “Haqiqatul Wahy” atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “Filsafat Wahyu Ilahi” adalah buku yang mengisahkan perjalanan spiritual Mirza Ghulam Ahmad ketika mendapat wahyu.
Buku setebal 750 halaman yang sudah diterjemahkan ke dalam sejumlah bahasa ini membahas filosofis wahyu ilahi, termasuk tiga kategori orang yang mengaku menerima wahyu, dan membenarkan wahyu yang benar dan salah. Sumber:voaindonesia.com
 

Related posts

Apartemen, Masih Jauh Dari Hunian Nyaman Berkelanjutan

Redaksi Wartadki

Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Berbahan Bakar Bambu di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai

Redaksi Wartadki

Persiapan Bawaslu Riau Menghadapi Pemilu 2019

Redaksi

Satgasgakkum TNI-Polri Utamakan Pendekatan Teritorial dan Sosial di Papua

Redaksi

Defia Rosmaniar,Sang Inspirasi Bagi Atlet Kota Bogor

Redaksi

Program Mekaar Untuk Ibu-ibu Yang Butuh Pinjaman Modal Tanpa Agunan

Redaksi

Leave a Comment