Warta DKI
Ragam

Dinkes Kota Depok, Baru 2.28 Persen Anak Sudah Diimunisasi Difteri

Wartadki.com|Depok – Memasuki hari ke empat imunisasi difteri Kepala Dinas Kesehatan Kota dr. N. Lies Karmawati mengatakan bahwa sampai dengan saat ini jumlah anak yang sudah melakukan imunisasi berjumlah 15.266 anak dari total 66.835 anak yang harus imunisasi.
“Jadi sampai dengan saat ini baru 2.28 % jumlah anak yang sudah diimunisasi mudah-mudahan semakin hari semakin bagus cakupannya naik-naik terus,” kata dr Lies,Jumat (15/12).
Dikatakan bahwa pihaknya saat ini sedang berkonsentrasi untuk melakukan imunisasi di seluruh posyandu dan puskesman yang ada di kota.
“Saat ini saya sedang berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk buka setiap hari ini agar dapat melayani masyarakat karena untuk satu vaksin itu bisa untuk 10 orang karena sisanya kalau tidak habis harus dibuang untuk itu saya mau cek dulu kesiapan dari teman-teman dilapangan,kalau bertambah maka buka setiap hari untuk posyandu menyesuaikan jadwal,” jelasnya.
Lies mengatakan bahwa pihaknya berusaha untuk menyelesaikan sampai dengan bulan Desember ini sedangkan untuk vaksinasi khusus anak-anak sekolah kita akan lakukan di awal tahun depan sampai pertengahan bulan Januari.
“Kalau saat ini kita lakukan imunisasi ke anak-anak sekolah itu tidak efektif karena saat ini sudah mulai masuk masa liburan sekolah,makanya kita lakukan untuk mulai dari TK sampai SMA itu di awal tahun,” katanya.
Lebih lanjut,dr Lies mengatakan bahwa tahap kedua untuk anak-anak sekolah dapat di lakukan di bulan Februari untuk itu dikatakan pihak akan terus melakukan imunisasi mulai dari putaran pertama sampai dengan kedua di bulan Januari sampai Februari.
Untuk ketersediaan stok vaksinasi dr Lies kembali mengatakan bahwa dirinya saat ini menggunakan vaksin yang ada namun demikian dirinya mengatakan telah berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan untuk menyediakan vaksin sesuai dengan permintaan kita.
“Dari angka enam ribuan itu kan dirinci untuk balita berapa kemudian untuk usia 5-7 tahun berapa untuk di atas 7 tahun berapa karena kan vaksin nya beda-beda dan itu kita di back up dengan Kementrian dan Propinsi,” paparnya.
Difteri itu termasuk dalam penyakit akut jadi menurutnya pihak keluarga akan segera membawa keluarga ke RS jadi sampai dengan saat ini di katakan dr Lies tidak di temukan suspect baru terkait dengan penyakit difteri.(yopi)

Related posts

Toko Tani Indonesia Gandeng PT Pertani, Perluas Jaringan Pemasaran

Redaksi

First Travel Alami Kerugian Besar dan Rusaknya Reputasi Karena Berita Hoax

Redaksi

Presiden Jokowi: Saya Tidak Pernah Mengeluarkan Izin Reklamasi

Redaksi

Wisata Kuliner Kota Bogor Kini Semakin Tumbuh Pesat

Redaksi

Pembangunan Talang Air di Pengadilan Negeri Depok

Redaksi

Peningkatan Pelayanan di Billing Center PT Pelabuhan Tanjung Priok

Redaksi

Leave a Comment