Bekraf Bersama BPS Luncurkan Buku Statistik Ekonomi Kreatif

Wartadki.com|Jakarta – Informasi tentang potensi ekonomi kreatif (ekraf) sangatlah penting bagi kalangan pelaku usaha industri kreatif tanah air. Untuk itu Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) resmi menerbitkan serangkaian Buku Statistik Ekonomi Kreatif.

Buku ini menyajikan angka statistik ekonomi kreatif dari tahun 2010 hingga 2016. Nantinya data statistik tersebut diharapkan dapat memberikan fakta dan data akurat sebagai basis pengambilan keputusan dan kebijakan, serta evaluasi perkembangan ekraf.

Selain itu, bagi para pelaku ekonomi kreatif maupun masyarakat luas dapat memanfaatkan informasi terkini tentang potensi ekraf di indonesia sekaligus memperoleh perspektif baru yang dapat menunjang perkembangan usahanya ke depannya.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf menjelaskan bahwa penerbitan Buku Statistik Ekonomi Kreatif merupakan salah satu program penting Bekraf dalam upaya agar kinerja ekonomi kreatif dapat semakin terukur.

Barometer meningkatnya kinerja ekraf dapat dilihat dari pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB), besaran ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.

“Pendapatan ekraf di tahun 2016 adalah sebesar 922,59 triliun rupiah atau naik menjadi 7,44 % terhadap total PDB Nasional. Selain itu, tingkat penerapan tenaga kerja kreatif juga meningkat,” papar Triawan Munaf, Senin (26/2).

Ia melanjutkan, secara ekspor banyak sekali produk ekonomi kreatif yang telah dinikmati pasar luar negeri, terutama dari subsektor Fashion, Kriya, dan Kuliner yang mendominasi pasar ekspor produk kreatif lndonesia.

“Sebagai poros ekonomi yang tidak berbasis sumber daya alam dan komoditas semata, ekraf bila dikembangkan dengan tepat dan berdasarkan fakta statistik yang akurat dapat menjadi tulang punggung pendorong kemajuan perekonomian indonesia,” ungkap Triawan.

Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto mengungkapkan, hingga tahun 2017 lalu BPS telah dua kali bekerja sama dengan Bekraf dalam menyusun statistik ekonomi kreatif.

“Harapan kami, penerbitan Buku Statistik Ekonomi Kreatif ini akan semakin mendorong munculnya kebijakan-kebijakan ekraf yang lebih strategis dan tepat sasaran,” jelas Suhariyanto.

Apalagi, tambahnya, bila dibandingkan dengan negara lain, pertumbuhan ekraf lndonesia cukup menjanjikan, bahkan lebih tinggi bila dibandingkan Rusia atau Singapura. Dengan tingkat pertumbuhan yang dicapai, maka ekraf berpotensi menjadikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik.

“Harapan kami, rangkaian Buku Statistik Ekonomi Kreatif ini dapat memberikan perspektif terkini tentang peluang dan potensi ekraf Indonesia. Selain itu, hasil penghitungan statistik ini juga akan membantu Bekraf menemukan solusi strategis untuk tantangan-tantangan dalam mengembangkan potentsi ekonomi kreatif di lndonesia. Keseluruhan buku ini dapat diunduh langsung di www.bekraf.co.id,” tutup Triawan.(ganest)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here